Langsung ke konten utama

Momlicious life - expecting my second born

Ini aku tulis at 36 week of my second pregnancyYes, after the story about my first born, here i am 36 week pregnant of my second born. Almost the launching day kan yaa HPL awal January 2020.Diakhir tahun gini kalau tahun2 sebelumnya aku banyak mereview tahun yg akan berakhir, lalu merencanakan kedepannya gimana trus bedoa. But now honestly i do nothing. Yes karena in my face skarang ini terlalu banyak yg dihadapi (bagiku).Aku sedang mencoba untuk bisa melahirkan normal (per vagina) setelah sebelumnya SC (read: sesar), atau istilah medis kerennya VBAC (Vaginal Birth After Caesarean). So far adek bayi kepala sudah di bawah, bb ideal untuk lahir normal, placenta ga menghalangi jalan lahir, ga ada lilitan tali pusat, ketuban jernih, SBR (Segmen Bawah Rahim) 5mm. Jadi medically aku eligible untuk VBAC hanya harus dilihat apakah nanti saat2 persalinan ada tanda2 yg bikin aku ga bisa VBAC. Misal: gawat janin, ketuban ijo, otot perutku ga cukup kuat untuk kontraksi atau yg terparah rahim robek.Yah kl smpe rahim robek itu aku dan adek bayi langsung pulang kerumah Bapa. Actually aku ga stres, optimis malah.Yak, jadi dri awal hamil aku ud set target untuk VBAC. Yes org bilang kl mw lahiran normal jaraknya harus 2yr tp aku kan kl lahir Jan 2020 jarak yg pertama dan kedua itu hanya 15mo. Dan langsung org bakal komen "ga bisa tuh" Bahkan most obgyn juga begitu.But hey aku baca2 jurnal medis dan praktik di luar negeri banyak yg <2yr bisa melakukan persalinan normal (VBAC) dengan selamat. Kl di indo ud jarak 2yr lbh juga obgyn bakal bilang "Ga bisa harus SC lagi" dengan berbagai alasan yg sebenernya blm tentu juga hi risk.
Wakakaka, enak aja lu belek2 perut dan rahim gw.Dari awal hamil aku cari obgyn yg bersedia membantu VBAC itu susah bgt, serius aku ngedatengin semua rs di depok dan non of them support VBAC <2yr. Sampai akhirnya aku ketemu IG Cerita VBAC. Aku gabung di chat group nya nanya2 sekaligus belajar dr pengalaman mereka yg berhasil maupun gagal VBAC dan aku juga dapat info bidan yg recomed buat gentle birth. Well ya kl km mw VBAC kuncinya harus gentle birth krn riwayat sesar itu pas persalinan ga boleh kena kimia or rahimku bisa robek trus lanjut pulang ke rumah Bapa.Wakkaka kl jadi hantu bukan sundel bolong genk, tp hantu rahim robek, dan bayi masih didalem... Garing ya 😐.Well ya sejauh ini aku berusaha untuk jaga bbj pake bantuan pregnancy calculator, jd di apps itu dihitungin kenaikan bb ibu dan janin yg pas. Dan kl ud rada over aku biasanya bakal intermittent fasting 1 atau 2 hari, hitu aja ud back on the track. Trus aku yoga hamil dirumah tiap pagi krn kalo ke studio yoga mahal 😋. Trus di week2 menjelang2 ini aku akupuntur juga di dokter spresialis akupuntur.Yak melipir dikit bahas akupuntur ya... Jadi akupuntur persiapan persalinan ini full dilakukan oleh dr spesialis akupuntur di RSIA. Akupuntur ini tergolong akupuntur medis (ada akupuntur medis ada akupuntur estetik) jd buat yg punya asuransi ini bisa dicover/reimburse. Well dri jurnal, artikel dan dri konsul ke doktrenya begini:
Sejatinya akupuntur persiapan persalinan ini dilakukan untuk memicu kontraksi supaya bayi masuk jalan lahirnya. Di negri asalnya (cina) akupuntur ini ud dipraktekin dri ribua tahun lalu. Nah di indo baru nih booming sejak 2012 salah satunya krn akupuntur sudah diakui sebagai cabang medis, bukan lg pengobatan alternative. Buat akupuntur persalinan ini hanya boleh dilakukan mulai dri 36w krn serius aku ga boong pas ditusuk dan setelahnya, bayi diperut disko dan keras perutku (konpal yg agak intens).Nah akupuntur ini kl dilakukan dr week 36, akan dilakukan 2x seminggu selama 2mimggu, jd 4x lah. Tp kl dilakukan di week 38 bisanya dr bakal akupuntur 3x selama 3hri berturut-turut. Katanya si dengan begitu ga smpe 5hr stlh akupuntur trahir terjadi persalinan.Aku ditusuk pertama 16 titik, ke2 40 titik terbanyak di punggung dan pinggang, genk yg ke 2 ngilu. Bagian terngilu adalah punggung deket tulang belikat (kata dr ini titik asi), betis semua titik (titik2 rahim), tangan (titik2 ositoksin). Padahal yg pertama ga ada rasa apa2, tp yg kedua ulala napol.Tritmen yg ke3 sepertiny tertahan smpe thn baru, krn g ada yg jagain mas bayi. Hint yg k3 akan ditambah kejut2 listrik. Hohohoho, gw penisirin rasanyaa kumaha. Itu juga kl belom keburu berojol yak.Nah itu cerita si akupuntur persiapan persalinan.Well aku coba akupuntur ini sebagai bagian dri upaya VBAC.Nah selain itu aku juga lg dirundung mumet karena kan mukaku pipi merah dan bengkak ud hampir 2week. Aku ud berobat ke dr kulit tp blm bnr2 smbuh krn masih merah kaya kepiting rebus. Aku takut ini lupus, tapi doktrnya bilang kl lupus hidung juga merah, sedangkan aku kan enggak. Ya karena aku kawatie banget, aku minta buat cek darah SLE. Hasil cek labnya aku ga sakit.Maaf ya cerita kali ini lompat2, ini mamak hamil crowded mind bgt.Jadi sampai detik ini kami blm punya nama yg fix untuk adik bayi. Jadi peraturan (tidak terlulis) kami dalam pemberian nama itu: harus ada kata bahasa jawa, dan kata asli alkitab (Hebrew or Greek) lalu di tutup dengan nama suami. Dimana kata2 yg dipilih harus punya filosofi doa.So sorry ya readers.... Begini adanya kali ini 😘

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

Momlicious - Yoga Attitude

Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya. Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang. Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan. Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya ping...