Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃.
☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut).
Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.
Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh!
Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha).
Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy.
Well this is kind of super stupid story sih sebenarnya.
Jadi gini, i was married in the mid of November, my honeymoon finished at the end of November, dan aku menstruasi November awal. Lalu setelah honeymoon suami kembali ke Jakarta dan aku di Bali karena waktu itu aku masih kerja di Bali.
Pas bulan Desember awal aku ga menstruasi tp badan udh rasa2 kaya mau mens gitu. Biasanya kl mau mens aku tuh jerawatan, betis pegel bgt, kembung dan moody, seminggu itu rasanya begitu. Saat itu ga terbesit sama sekali kl aku hamil jadilah tanpa rasa bersalah aku beli Kir@nti 1/2 lusin, yg aku minum setiap hari 2 botol selama 3 hari berturut2. Lalu voila kluarlah flek persis kaya mau mens. Selama 3 hari aku cuma ngeflek irit, disini aku msh dgn polosnya mikir mungkin aku kecapean krn betisku sempat bengkak. Aku googling2 katanya bisa jadi anemia, shg pola menstruasi terganggu dan betis bengkak. Jadi beli sangobionlah aku.
Singkat cerita sampai mendekati Natal, dan aku memutuskan untuk Natalan di Tabanan, di rumah kenalan kluarga suami dari pada aku Natalan di Bali sendirian. Naik motorlah aku ujan2 dari Denpasar (kosanku di Denpasar) ke Tananan, melewati jalan raya Denpasar-Gilimanuk yg saingannya truk tronton sodarah2.
Setelah Natal dan masuk lg kerja, crita2 sm teman sampai temanku nyeletuk "lo hamil kali mbak". Oh God, kaya kesamber geledek itu rasanya. Aku kok ga pernah kepikiran itu. Terbayanglah semua hal yg aku lakukan dari mulai Kir@nti 6 botol, ngeflek 3 hari, kaki bengkak, motor2an Denpasar-Tabanan. Aku sedih, kalut ngerasa bersalah, kek kiamat bgt mikirnya " What if i killed my unborn child".
Sangking ngerasa bersalahnya aku ga brani cerita sama suami soal pikiran "what if i pregnant" tapi aku beli test pack 1 biji pas pulang kantor. Besok paginya aku tes dong, "duar", 2 garis samar nampak. Tp aku masih questioning ini hamil apa gimana kok garisnya samar. Trs pulang kantor aku tes lagi pake versi yg lebih mahal dan hasilnya negatif (lah malah aku kecewa). Jadi mlm itu juga aku beli lg test pack buat besok paginya dan hasilnya 2 samar again.
Dengan penuh kegalauan, rasa bersalah sama suami dan anak diperut langsung nelpon suami sambil nangis2 ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜. Suami bilang, cek ke dokter kandungan. Lalu hari itu aku ke dokter sendirian, dengan berderai air mata aku ceritakan semuaaa yg aku tulis ini. Ketika aku di USG, it is confirm kl aku hamil krn ada titik kecil embryo...
Heu lega dan deg degan
Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum???
Lalu
BERSAMBUNG tar lanjut part 2 ya
Komentar
Posting Komentar