Langsung ke konten utama

Extra - To pelase Everyone

Aku lg in the middle writing Momlicous series trus tiba2 ter-distracted soal "pleasing everyone"

Yeh, dalam hidup kita ini kita pasti punya relasi sama banyak orang entah keluarga, teman, kolega kerja, tetangga dll. Dimana setiap org itu punya ekspektasi sendiri tentang hubungannya dengan kita. Ekspektasi itu bisa menyangkut bagai mana kita seharusnya bersikap sama org itu atau ekspektasi agar kita menjadi sama dan sejalan dengan orang itu.

Pada bagian ekspektasi tadi kl kita ga meet their's jadilah terkadang dimongin dibelakang sama si anu si itu kemudian situasi jadi kikuk.

Yah sebenarnya dari sananya jelas hidup kita dan pilihan hidup kita adalah milik kita yang akan beda sama sebagian org dan disaat yg bersamaan akan make sense bagi kelompok org lain. Yang artinya pilihan hidup kita, cara kita menjalanani hidup ga bisa please everyone. Selama ga melakukan kejahatan dan merugikan org lain gak apa dong.


Aku lg lelah sebenarnya dengan orang2 yg berbeda pilihan hidup sama aku.

Kalau jaman dulu, sebelum komunikasi dan technology advance, paling kan kita digosipin trus pas kita tau kita bakal bilang braninya "ngomong dibelakang, sini ngomong langsung brani ga".

Tapi dijaman ini, udah mah ngomongin org dibelakang tambah lagi krn sekarang teknologi messaging yg effortless org menyampaikan sesuatu bisa langsung tanpa tatap muka. Dimana waktu ngetik2 krn ga lihat lawan komunikasinya, bertebaranlah duri2 dalam kata2nya.

Serius deh, aku jengah bgt sama hal semacam ini, isi inbox fb, wall fb, dm ig, dan chat wa bikin lelah. Awalnya jelas reaksiku pasti pengen bales2in tp lama2 jengah karena rasanya jadi toxic ngeladenin hal macam itu lalu kudiamkan bahkan benerapa aku block. But hey, itu ga terhenti disana, kadang ada lagi dan lagi.

Jadinya muak deh!

Ini tuh bukan cuma curhat online ya genk, tp look deep in yourself... Cobalah berhenti menjadi TUHAN ATAS SESAMA terutama di media sosial.

Masa action org harus sama dengan isi kepalamu??

Dan buat yg juga mengalami hal ya sama: "Kamu ga sendiri merasakan hal itu, kita cuma bisa terus berkarya merain bintang tertinggi sambil tutup telinga"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

SATU

Selalu ada yang pertama kali dalam segala sesuatu. Pertama kali lahir, sebagai orangtua mungkin masih kikuk bagaimana mengasuh anak. Pertama kali masuk sekolah, setiap anak merasa takut dengan guru atau teman sekelas yang tidak dikenalnya. Pertama kali mengalami pubertas, remaja akan bingung mengapa dia mulai gugup duduk disamping teman pria nya, mungkin dia mulai mengenal jatuh cinta. Pertama kali merasa patah hati, akan menangis sejadi-jadinya merasa hidup engga ada artinya. Pertama kali di kantor mengetahui job desk yang harus dikerjakan takut salah di depan bos. Pertama kali bertemu calon mertua. Ah kalau ini, aku belum pernah. HEHE *kode Iya, selalu ada yang pertama kali dalam segala sesuatu. Sesuatu yang tidak diketahui apa yang akan terjadi, belajar menyesuaikan keadaan, belajar mengenal orang-orang sekitar. Ketika pengalaman masa pertama kali dilalui tidak lantas kita kabur karena merasa engga bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Mau engga mau harus dihadapi. Buka...

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...