Langsung ke konten utama

Momlicious life - New Mom Struggle

Right after Wellcoming my first born, the new mom struggle begins!!!

Melahirkan itu memelahkan, menguras tenaga dan mental sekali, ga peduli melahirkan normal atau sesar. Dalam kondisi yg seperti itu new mom berjuang beradaptasi dengan tangisan bayi dan asi yang mana itu memerlukan sanity bukan Insanity supaya rasa kasih kepada anak keluar maksimal, mengalahkan baby blues dan PPD (kalau ada). Kondisi ini sangat membutuhkan support system yg bagus.

Pada kasusku, aku mengalami kelehan akibat persalinan, gejolak hormon krn perubahan dari hamil jadi ga hamil, dan sebagai new mom yg pertama kali punya bayi lihat bayi menangis itu rasanya perih dihati, selain itu aku pun bertekat untuk ASI ekslusif. Jadi pada kondisi ini aku butuh bgt support baik dengan tindakan dan omongan.
Aku paling benci dan sakit ketika ada komentar gini

"Asinya kurang itu makan nangis terus. Coba dikasi susu formula" Tau ga rasanya pengen aku bacok yg ngomong begitu. Ini yg ngomong pasti ga belajar kl ASI jauh lebih baik buat bayi, krn susu formula itu berat di lambung bayi kasian perutnya.

"Kok ga dipakein gurita kembung nanti, kok ga dibedong nanti kakinya ga lurus" Nah ini juga kurang edukasi, perut bayi ga boleh dikar kencang krn bikin sesak napas. Bayi ga baik dibedong krn membiarkan bayi gerak2 itu bagian dari perkembangan motoriknya. Soal kaki nanti juga lurus sendiri.

Disaat lain lg komentarnya gini "kok ga dibedakin selangkangannya nanti lecet" Oh god, selangkan dan kelamin bayi ga boleh dibedakin kali, kl bedaknya masuk kedalam bisa memicu infeksi.

Aku lg stres krn perubahan yg terus menerus jd kl komentar begitu meski sepele buat yg ngomong tp mengerikan buat ibu baru. Maunya aku mending ga usah komen ini itu, kl mau bantu ya bantu aja. Misalnya pas mamanya lg makan/mandi/pup/pumping trus si bayi nangis longing for hug, gendongin bentar smpe mamanya selesai.

Atau kl ga bisa action bantu, ya minimal tutup mulut.

Yah you seee, challenge parenting itu sudah dimulai bahkan sejak dari dalam kandungan. Dri dalam kandungan aja ibu hamil ud denger ini itu seputan mitos hamil. Apa lg begitu kluar wuih lbh banyak lg.

Hey kamu, iya kamu yg lagi baca inih.... Ga usah down atau pusing kita semuah emak2 baru mengalami juga. Aku puuuunnnn samah! Jadi nih pada akhirnya kl kita ga bisa mengubah sikap org (dan mulutnya juga), then kita cuma bisa mengubah diri kita dengan put in your mind sebuah kata "BODO AMAT" setiap denger yg begitu2.

Kita ga bisa mencegah burung lewat diatas kepala kita, tapi kita bisa mencegah burung hinggap dikepala kita.

Yah pada akhirnya itu genk yg bisa kita lakukan untuk menjaga kewarasan kepala dan keademan hati.

💕💕💕💕💕 Tetap bersamaku ya mom 💕💕💕 melewati case mamak2 baru 😚😚😚😚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

Momlicious - Yoga Attitude

Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya. Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang. Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan. Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya ping...