Langsung ke konten utama

LIONESS LIFE - START TO RESTART PART 1

START TO RESTART PART 1


    Mungkin ini hasil dari "Step Back 20 Days". Menyambut tahun baru, ataupun bulan yang baru tidak semudah dan seceria ketika kita masih teenager dimana kita berharap segera menjadi grown up adult. Setelah melewati bulan November, memasuki Desember tentunya, berasa seperti menanti pembagian raport waktu jaman sekolah dimana lw yakin banget tinta merah itu bakalan mewarnai rapot lw. and you really freaking out your parents found out how bad your performance at school. thats totally how i felt at that time. Terkadang sebelum penghakiman itu datang , kita suka menghakimi diri kita sendiri. Especially when this life gives you lemon and you really lost your appetite to make lemonade, lemon tea or ice lemon. 
Setiap orang kan punya kisahnya bagaimana menutup tahun, atau menutup sebuah chapter dari kehidupan untuk memulai tahun yang baru dan chapter hidup yang baru. Apakah kita mengakhiri dengan sebuah keputusan hati dan memulai dengan kebulatan tekad atau kita mengakhiri dengan banyak pertanyaan yang tersimpan di hati dan memulai dengan kebimbangan. 

    Suatu pagi di masa aku takut menerima raport itu, ketika aku ambil waktu untuk meditasi (baca:berdoa,baca alkitab secara i am christian, maybe you have your own way to meditate). this words resound in my heart over and over: "Restart". Restart means to start again or start something again based on cambridge dictionary. Artinya "memulai kembali". Sama seperti ketika kita restart laptop atau hp kita karena mulai lemot atau kita sedang memasang aplikasi baru yang mengharuskan kita restart. it means segala ke eroran sebelumnya tidak diperhitungkan. 

    Tiba hati ini melonjak kegirangan. Hahaha. Oh yes. Tuhan kan Tuhan, Dia bisa restart hidup aku. Why would i worry. Kalo Tuhan Restart hidup aku semua eror aku di waktu yang lalu udah dihapuskan dong. Sometimes the heaviest part is not when we carry our burden of responsibilities but actually when we keep carrying our past errors. God is God of second chances. Nilai2 merah di raport kita di suatu semester hidup kita gak pernah menentukan siapa kita dan bagaimana masa depan kita selama kita gak cuman diam dan meratapi, tapi kita mau ambil langkah menerima konsekuensi nya tapi tanpa harus dibayang-bayangin sama perasaan bersalah atau takut eror lagi.

    Terus bagaimana kita bisa restart? Sudut pandang itu penting sih. Cara kita melihat titik dimana kita berada itu penting. Seumpamanya nya "nasi sudah menjadi bubur. Mungkin sebenarnya kita tuh gak bermaksud membuat bubur, kita pengen makan nasi, tetapi mungkin karena kita gak tepat mengukur air yg kita masukan dalam rice cooker, yah jadinya bubur. Kalo yg pernah masak sendiri ngerti, gimana rasanya kita tuh udah kebayang makan nasi yg anget beserta lauk pauk, eh kenyataan nya malah jadi bubur. Pasti sebel. Bisa jadi gak selera makan.  Tapi jika kita menerima situasi sekarang dimana dihadapan kita adalah bubur, gak perlu diingat2 tuh, itu bubur sebenarmya karena kita salah masak, gak usah feeling guilty, gak usah feeling bete karena sebenarnya kita itu ngarepin nasi. Cukup menerima di depan kita adalah bubur dan berdamai dengan kenyataan untuk memulai. Maka baru deh kita bisa kreatif, nambahin bubur itu dengan daging, ati ampela, cakue, kerupuk, kecap, sambel dkk yang bikin kita selera makan dan move on.

    Kalo kita mau restart, terlebih dahulu kita harus bisa menerima keadaan kita sekarang ini, tanpa harus mengingat2 kembali apa yang terjadi sebelum nya. Bener - bener yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita harus melangkah ke depan dari titik dimana kita berada sekarang. Tanpa harus mengeluarkan pertanyaan - pertanyaan "seandainya saja dulu begini, begitu dan bla - bla -bla". It means we have to let go some things in the past which is not relevant anymore with our current situation atau memberatkan bahkan menghalangi kita untuk mulai " restart". Sebenarnya proses ini tidak semudah seperti yang dikatakan. Kita harus banyak berbesar hati dan memaafkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

Momlicious - Yoga Attitude

Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya. Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang. Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan. Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya ping...