I found this on instagram 🤠dan sepertinya sejalan dengan tulisan aku yang berjudul "START to RESTART PART 1". Dalam tulisan itu, aku menguraikan bagaimana kita bisa RESTART yaitu yang pertama kita harus bisa menerima keadaan kita yang sekarang, kita tidak perlu lagi menyesali yang sudah terjadi atau berandai - andai kita seharusnya melakukan A, B atau menghindari C, D. Kita cukup menerima bahwa di depan kita tersedia "bubur" supaya kreativitas kita muncul dengan menambahkan apapun yang kita sukai ke dalam "bubur" itu sehingga kita tetap bisa enjoy dan happy.
Tulisan dari @CommandingLife di atas kan mengatakan bahwa kita harus membebaskan diri kita dari beban masa lalu dengan mengikhlaskan yang terjadi dan menerima situasi dan orang-orang sebagaimana adanya sekarang. Berhenti mencari penjelasan, permintaan maaf, kesimpulan, pembenaran atau jawaban" yang mungkin tidak akan pernah ada. Kita harus bisa meninggalkan cara hidup yang berpusat kepada apa yang orang lain lakukan atau tidak lakukan dan fokus kepada apa yang ingin kita rasakan saat ini. Damai itu datang ketika kita menyadari bahwa pilihan - pilihan kita yang menciptakan kebahagian. Hidup kita adalah tanggung jawab kita. Asik banget ngebacanya berasa jleb tapi bagus buat nyadarin kita.
Langkah selanjutnya apa nih setelah kita bisa let things go, allow people and situations to be, biar kita bisa Restart? Yup. That's right kita harus F.O.K.U.S = FOKUS. Fokus sama apa yang benar-benar menjadi goal kamu saat ini atau apa yang bener - bener ingin kamu capai di waktu mendatang dalam jangka waktu dekat dan panjang.
Memang sih ketika kita baru saja mengalami masa - masa yang suliiiitttt, seringkali kita juga bingung kita ini mau nya apa, kira - kira apa yang beneran bisa memotivasi kita untuk melangkah ke depan, engga terjebak dengan masa lalu. Keadaan seperti ini juga pernah dialami bangsa Israel setelah 400 an tahun jadi budak di Mesir, tiba waktunya untuk Tuhan melalui perantaraan Musa membawa mereka keluar dari Mesir. Somehow, mentalitas budak mereka masih melekat. Mereka merasa lebih baik jadi upik abu di Mesir, gegara makanan terjamin daripada bersusah - susah sementara waktu di padang gurun demi menuju tanah yg berlimpah susu dan madu nya, yang sampai tujuh keturunan bahkan ribuan generasi pasti akan menikmati kelimpahan. Nah, Itu ciri - ciri gagal moved on. Sama seperti kamu - kamu yang merasa mending balikan sama mantan yang nyakitin hati atau selingkuh daripada feeling lonely gegara jombloðŸ¤. Ciyus?
Terus gimana caranya dong supaya kita bisa menemukan kembali apa yang jadi goal atau mimpi kita biar kita bisa fokus ke depan nya? Guys, aku juga pernah ngalamin ketika ditanya plan kamu ke depan apa? Aku tuh blank dan bingung. Padahal kalo yang kenal sama aku, tahu banget bahwa aku itu born as a dreamer. Yah tapi ada masanya this dreamer lose her ability to dream. Terus gimana akhirnya pemimpi yang kehilangan mimpi ini bisa belajar bermimpi lagi? #asek . Kembali lagi, di suatu pagi aku sedang meditasi (baca alkitab, doa, muji dan nyembah Tuhan, since i am Christian), Tuhan mengingatkan aku akan cerita tentang Abraham. Abraham pernah juga mengalami ketika dia mulai kehilangan kemampuan untuk memegang apa yang Tuhan janjikan dalam hidupnya, mimpi yang Tuhan berikan kepadanya. Losing his grip istilahnya. (Kayaknya cucok jadi judul tulisan yah, Losing my grip)
Yuk, mari kita belajar dari kisah Abraham (berdasarkan alkitab yah). Abraham mendapatkan firman Tuhan untuk pergi meninggalkan negeri dan sanak saudaranya, ke tempat yang disebut "unknown" dan Tuhan berjanji akan menjadikan dia bangsa yang besar, dia akan menjadi berkat bagi bangsa - bangsa lain, ini namanya pewahyuan yang disebut "stranger" . Engga disebut sih bagaimana Tuhan berfirman apakah secara langsung, melalui mimpi atau penglihatan, tetapi Abraham mau menuruti firman itu dengan segala ketidakpastian yang sudah pasti di depan matanya. Sejak saat itu pasti Abraham sudah bermimpi dong tentang bagaimana dia akan menikmati masa tua dengan anak, cucu dan cicit.Tetapi butuh waktu dua puluh lima tahun untuk dia pada akhirnya memperoleh apa yang dijanjikan.
Di masa penantian yang panjang itu, suatu ketika, Tuhan berfirman kepada Abram (sebelum namanya jadi Abraham) untuk tidak takut karena Tuhan itu perisai dan bahwa upah Abraham sangat besar. Pada waktu itu Abraham baru saja selesai berperang mengalahkan raja - raja dari Timur untuk menyelamatkan keponakan nya Lot. Untuk orang yang mau meninggalkan negeri nya ke tempat called "unknown" demi pewahyuan called "stranger" jawaban Abraham cukup mengejutkan. Kira - kira terjemahan bebasnya begini: "Emang Tuhan mau kasih apaan sih, aku kan gak punya anak, udah tua lagi, entar kalo mati, juga paling aku warisin ke asisten aku, terus apa gunanya?"
Kesimpulan nya kan mungkin saja waktu itu sempat terbesit di pikiran Abraham, "kok bisa - bisanya yah aku ada disini, di tempat asing, mendingan aku di kampung halaman aku." (terjemahan bebas). Abraham waktu itu seperti lupa dengan visi / mimpi dan janji yang Tuhan berikan kepadanya sebelumnya.
Tapi perhatiin apa yang Tuhan suruh Abraham untuk lakukan. Tuhan membawa Abraham keluar dari tendanya dan melihat langit, serta menghitung bintang - bintang. Simply, Tuhan katakan demikian nanti banyak keturunan mu, dan Abraham kembali percaya hatinya.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah ini? Gimana kita bisa dapetin mimpi kita lagi, atau dapetin mimpi - mimpi yang baru, atau bagi yang sebelumnya gak pernah punya mimpi atau visi? Keluar dari tempat kamu berada, keluar dari keterbatasan kamu untuk melihat dunia ini, keluar dari tempat yang membuat kamu hanya seperti katak dalam tempurung. Pergi ke tempat dimana kamu bisa melihat ternyata dunia ini luas yah, ada banyak hal yang bisa diraih selain meratapi yang sudah berlalu. Kalo arti harafiah nya, perlu sekali - sekali kita jalan - jalan liburan, ketemu orang yang baru, ngobrol sama orang-orang di luar lingkungan kita untuk melihat, cari info apa sih yang ada di sisi lain dunia kita? Kita bisa baca buku,nonton film, google, liat - liat instagram apapun untuk kita melihat dunia selain apa yang biasa mata kita lihat.
Tetapi secara rohani, minta Tuhan membuka mata kita untuk melihat apa yang Tuhan sediakan bagi kita. Terkadang kita kehilangan mimpi, visi (vision = penglihatan) kita, karena sesuatu menutup mata kita yang menjadikan mata kita gelap dan tidak bisa melihat. Ketika mata kita gelap, maka gelaplah seluruh kehidupan kita, sehingga kita merasa masa depan kita suram dan kita hanya bisa mengenang, meratapi apa yang ada di masa lalu kita, simply karena kita tidak punya bayangan untuk masa depan kita.
Oleh karena itu, yang pertama kali menjadi doa kita untuk kita bisa mendapatkan mimpi dan visi kita kembali, kita harus minta supaya Tuhan membuat "mata" roh dan jiwa kita menjadi terang, supaya teranglah kehidupan kita dan kita bisa melihat apa yang Tuhan sudah sediakan dan janjikan untuk masa depan kita.
that's how exactly God taught me to get my vision back. once you get your dream and vision back then focus, get all the distractions out of your life. first, focus on small things,things you want to achieve in short time, but not losing your sight on what is your longterm vision. Then, keep moving, even it just baby step, it's okay just focus and keep going on.
Komentar
Posting Komentar