Langsung ke konten utama

Lovetoday - Metamorfosis

Seorang introvert, ngomong sepentingnya aja, pada akhirnya bekerja sebagai Business Development, gimana ceritanya? Stres.

Itulah yang aku rasakan di awal pertama bekerja. Dari dulu menghindari banget apply di perusahaan yang berhubungan sama sales/marketing karena merasa gak punya bakat/talenta/kemampuan. 

Trus kenapa bisa dapat kerja Business Development? Yah out of my plans. Lagi cari kerja, puji Tuhan dikasih itu yah dijalanin. 😆

Orang bilang Business Development itu relate sama sales, marketing, iyah tapi yang paling utama untuk bisa jualan harus punya skill komunikasi yahkan.

Berkomunikasi dengan berbagai background pendidikan/pekerjaan orang yang berbeda ternyata lebih sulit dari dugaan, istilah nya langsung nyemplung ke pasar. Menghadapi konsumen yang macam2 karakter nya, ada juga yang udah loyal customer jadi udah gak perlu jelasin panjang lebar si product, ada yang masih user baru. Iya sama kayak aku. Tau produk yang di tv aja. Hahaha. Padahal produk yang gak masuk iklan banyak yang bagus juga mahal.

Ditambah lagi untuk sampai ke Closing, sangat ditentukan oleh skill komunikasi. Bagaimana approach produk, presentasi product knowledge, attitude pantas/tidak pantas seperti apa, timing, engagement sampai harus bonding sama konsumen dengan obrolan yang melenceng sama produk, yang justru membuat click sampai akhirnya deal, semua butuh perjuangan untuk bisa terus asik dengan customer. 

Belum lagi melayani konsumen yang sulit alias banyak maunya 😆
Konsumen yang senang dirayu😅 kalau orang prancis bilang dianju-anju, gimana yah bilangnya ahh pasti paham lah hehe. Itu kayak melakukan kejahatan buat aku. Hahhaha. Lah iya aku gak bisa merayu orang, kalau gak mau yowes bhay. Jadi itu benar2 bikin stres!

Tapi.. setelah terbiasa, akhirnya aku malah enjoy, aku bisa menyapa customer dengan senyuman bahkan lambaian dari kejauhan, mondar-mandir demi kepuasan konsumen yang suka nanyain produk ini-itu meski belum tentu beli, itu ternyata cukup menyenangkan. Semua bisa karena jadi kebiasaan.

Didikan. Dipaksa keluar dari zona nyaman. Apa yang paling dihindari, tidak disukai, merasa tidak bisa, dirindukan sekarang. Bahkan ingin belajar lebih banyak. Aku tetap introvert, gak berubah. Tapi sekarang aku tidak sulit bertemu orang lain terutama kalau itu konsumen, udah membayangkan ada debit/credit card/cash yang akan ia belanjakan 😄😄

“Bukan mimpimu yang harus mengecil, tapi harapan dan keberanianmu yang harus membesar.” 🔝


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

Momlicious - Yoga Attitude

Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya. Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang. Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan. Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya ping...