Langsung ke konten utama

E21 - Jentezen Franklin -


E21 - Jentezen Franklin - 
Prosperity of Adversity 
(Kesejahteraan dibalik Kesukaran)

2 Korintus 6:9-10
“sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu”
“Prosperity of Adversity” merupakan sebuah prinsip dari Alkitab dimana kita akan mengalami suatu prosperity ,kesejahteran yang hanya bisa kita peroleh setelah mengalami adversity / kesukaran.

“Sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal”.

Di US ada makam pahlawan tempat para tentara yang gugur di jaman perang tanpa diketahui identitasnya. Mereka tidak diketahui identitasnya tetapi makam nya terkenal dan dikunjungi oleh banyak orang. Orang – orang terbesar dalam Kerajaan Allah bukanlah pengkhotbah terkenal, pendeta dari gereja megachurch, penginjil televisi atau orang – orang yang bernyanyi di hadapan ribuan orang, tetapi orang – orang penting dalam sejarah Alkitab adalah orang – orang yang tidak dikenal oleh manusia tapi dikenal oleh Allah. 

“Sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita”

Artinya keadaan kita dalam hidup ini bisa saja ada masa / waktu yang menghancurkan hati kita, masa - masa sulit, tapi kita tetap bisa selalu bersukacita, inilah kuasa dari orang “Kristen Penakluk” dan “Kristen Pemenang”. “Sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu”, dalam ayat ini Paulus sedang menjelaskan orang – orang yang menuai kesejahteraan dari kesukaran. 

Kesejahteraan berarti menjadi sukses atau sejahtera sedangkan kesukaran berarti kemalangan, penderitaan dan masalah. Kita semua pasti pernah mengalami kedua – dua nya yaitu kesejahteraan dan kesukaran. Ada waktunya iblis memiliki kesempatan dimana kita mengalami kesukaran seperti yang dikatakan Yesus yaitu iblis yang membawa kematian, iblis datang untuk membunuh, mencuri dan membinasakan, tapi ada saatnya kita berhasil melewati masa krisis dan Tuhan katakan ini waktunya kita menuai kesejahteraan dari kesukaran, ini waktunya akan terjadi perubahan, disinilah dimana kita berdukacita, namun senantiasa bersukacita karena kita tahu hari yang lebih baik akan datang, keadaan akan menjadi baik bahkan lebih baik lagi. 

Ada waktunya dimana kita sebagai bangsa mengalami dukacita, kita juga pernah mengalami seolah – olah semuanya menentang kita. Tapi ini waktunya Tuhan memberikan kesejahteraan dari kesukaran yang artinya akan ada kompensasi dalam hidup dimana akan ada sukacita dari penderitaan kita, akan ada mahkota dari salib kita, ada kasih karunia dari kesengsaraan kita, ada cinta dari kehilangan, ada pertemuan dari kekecewaan, ada kompensasi dari perselisihan.

Pengkhotbah 11:1 mengatakan "Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu." 

Tuhan akan memberikan kembali apa yang hilang dari hidup kita, lebih baik dan lebih besar. Yesaya mengatakan "orang – orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan yang baru, mereka akan seperti rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari tidak menjadi lesu, berjalan tidak menjadi lelah" Mungkin kita sudah menunggu seminggu, sebulan dan berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun tapi tahun 2020 adalah tahun dimana kita "menuai kesejahteraan dari kesukaran." Kita harus mempercayai Tuhan untuk ini. 

Gal 6:7- 9
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” 

"Sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu" 

artinya Tuhan memulihkan dan memberkati kita.

Ibrani 13:5 "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.". 
Yesaya 59:19 terjemahan bahasa inggris: “Ketika musuh datang seperti banjir. Roh Allah akan bangkit seperti gelombang yang dahsyat melawannya.” 

Akan ada gelombang mujizat melanda tubuh Kristus dan dunia. Akan ada pengaturan ilahi dimana akan ada gelombang tanda – tanda ajaib, mujizat dan berkat yang muncul dari seluruh kekacauan ini dan kita harus tahu bahwa kita akan "menuai kesejahteraan dari kesukaran". Jika kita meninggikan Yesus, maka Tuhan akan mengirimkan tuaian. 

Kita tahu pekerjaan jahat iblis yang tidak berhenti, iblis selalu punya Kain untuk setiap Habel, Ishmael untuk setiap Ishak, Korah untuk setiap Musa, gua untuk Daniel, raksasa untuk setiap Daud, dapur perapian untuk Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Herodes untuk Yohanes Pembabtis, Antikris untuk Kristus yang sebenarnya, Esau untuk Yakub. Jika kita mengijinkan Tuhan maka Dia akan mengambil apa yang dipakai iblis dan menggunakan nya untuk menghancurkan iblis. Contohnya Daud memotong kepala Goliat dengan pedang Goliat sendiri. Apapun alat yang dipakai iblis untuk menghancurkan bangsa, dunia, keluarga dan gereja akan Tuhan ambil dan berikan kepada kita dan akan digunakan untuk memutarbalikan keadaan untuk kebaikan ketika gelombang keajaiban melanda dan kita akan melihat semakin banyak orang – orang diselamatkan, keluarga diberkati dan kesejahteraan dari kesukaran lebih dari ketika semua dalam keadaan normal. 

Sama seperti ketika iblis berpikir untuk menggunakan senjata terbaiknya yaitu maut untuk menghancurkan Tuhan Yesus, tetapi Tuhan menggunakan kematian Yesus untuk menghancurkan kematian, dosa dan neraka dan memberkati kita dengan hidup kekal. Inilah kesejahteraan dari kesukaran karena Tuhan memikul semua kesukaran kita dan mengubahnya menjadi kemakmuran.

Saulus juga dulu merupakan senjata iblis membunuh orang – orang Kristen dan Tuhan memakai nya menjadi Rasul Paulus yang menulis banyak kitab perjanjian baru. Tahun ini Tuhan mau mengubah kesukaran kita menjadi kemakmuran dan memberkati, roh, jiwa, tubuh, pikiran dan keuangan kita. Terkadang kita harus ada di titik terendah sebelum Tuhan meninggikan kita. 
Petrus menulis : “Rendahkanlah dirimu di dalam tangan Tuhan yang kuat”. 
Pencobaan yang kita alami tidak akan terjadi selamanya jadi tanggalkan beban berat dan perasaan bersalah, tanggalkan dan bangkit terima roh kemenangan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

SATU

Selalu ada yang pertama kali dalam segala sesuatu. Pertama kali lahir, sebagai orangtua mungkin masih kikuk bagaimana mengasuh anak. Pertama kali masuk sekolah, setiap anak merasa takut dengan guru atau teman sekelas yang tidak dikenalnya. Pertama kali mengalami pubertas, remaja akan bingung mengapa dia mulai gugup duduk disamping teman pria nya, mungkin dia mulai mengenal jatuh cinta. Pertama kali merasa patah hati, akan menangis sejadi-jadinya merasa hidup engga ada artinya. Pertama kali di kantor mengetahui job desk yang harus dikerjakan takut salah di depan bos. Pertama kali bertemu calon mertua. Ah kalau ini, aku belum pernah. HEHE *kode Iya, selalu ada yang pertama kali dalam segala sesuatu. Sesuatu yang tidak diketahui apa yang akan terjadi, belajar menyesuaikan keadaan, belajar mengenal orang-orang sekitar. Ketika pengalaman masa pertama kali dilalui tidak lantas kita kabur karena merasa engga bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Mau engga mau harus dihadapi. Buka...

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...