Langsung ke konten utama

Momlicious - Stay at home during Pandemi Covid 19

Wadiau, sejak punya bocah 2 aku ga bisa nulis. Cius repot dan kl free time langsung bawaannya mw ngomik, rehat telingan dan hati dri teriakan dan tangisan bocah.

Aku serius ga tau mw nulis apa, keknya tiap hari full ampe luber2 jd ga tau mw nulis apa.

Anyways semasa awal2 pandemi, aku parno parah krn too much info. Aku smpe ga enak badan, pusing, bad dream krn merasa terteror. Akhirnya aku stop semua berita2 itu dan mulai fokus sama hal positif dari pandemi ini.

Sejak Maret suamiku ud WFH. Mungkin bagi dia ritme hidupnya jadi berubah banget ya. Dari biasanya pulang pergi umpel2 sampe badan remuk di Commuter Line (CL) sekarang bisa bangun lbh siang, ga umpel2an naik CL. Tp kl soal jam kerja malah menurutku tambah panjang. Dia dirumah juga ttp sibuk meeting, ketak ketik kerjan dll.

Sedangkan buatku ya ga ada bedanya 🤣, lah wong aku IRT dan baru punya bayi jd ya emang ga kemana2. Tp kl main duty ya masih, belanja mingguan ke pasar tradisional, belanja bulanan ke swalayan dll hal2 yg menyangkut dapur.

Intinya ud hampir 2 bulan nih pada #stayathome rata2 ibu2 dicluster ini blanja kebutuhan rumah online. Heu mungkin aku kali yg mau ga mau ttp ke pasar. Kl ikutan style mereka bisa bengkak urusan dapur.

Anyway, kalian gimana genk?? Masih kerja kah? Masih digaji kah? Gimana ibadah ditengah pandemi ini? Yg kemarin rangkaian paskah dari kamis putih, jumat agung, sabtu sunyi, paskah gimana ibadahnya? Yg nyepi ditengan pandemi gimana? Yg waisak kemarin gimana? Yg ibadah ramadhan gimana?

Dari pertanyaan diatas sebenernya aku mw bilang kalau pandemi ini mendampaki semua org, semua agama, semua kelas sosial.

Jd ini bukan karena agama kita ga sama, trus saya kebal covid 19, km pasti pasti tewas. Ini juga bukan soal krn saya miskin, km kaya jadi saya pasti mati, kamu selamat. Atau ini juga bukan ras, atau apapun lah. Tp ini masalah global, org arab di KSA sana juga terdampak, org yahudi di Israel sana pun terdampak, Vatikan yg tempat tinggalnya Paus juga kena. Amerika yg negara adidaya itu pun keok juga sampe menghentikan semua bantuannya ke WHO.

Genk, kita sama2 loh...

Dimasa kaya gini, kita ga bisa hanya mengandalkan pemerintan atau organisasi lain, ini saatnya kita saling bantu terlepas dari latar belakang kita.

Genk, stay safe, be kind dan tetap berdoa dalam imanmu pada Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...

Momlicious - Yoga Attitude

Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya. Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang. Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan. Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya ping...