Langsung ke konten utama

Momlicious - Yoga Attitude


Hola genk, how's d? Gimana 2 bulan #stayathome ini? Ah aku mw share sedikit soal attitude sih bukan soal Yoganya.

Ok, aku kenal Yoga sebenernya ud dari jaman kuliah S2, sekali2 aku suka ikut kelas Yoga di gym. Lalu pas kerja kebetulan ada Yoga juga seminggu sekali. Tapi itu yoganya ya cuma ikut2an aja, biar keren, biar gaul. Dari setiap sesi Yoga aku ya cuma dapet manfaat olah tubuh doang.

Kemudian waktu berlalu, sampai akhirnya aku yoga hamil pas hamil mas bayi tp itupun aku males2an krn emang males gerak 🤣. Lalu hamil adek bayi, krn aku bertekad VBAC jadi Yoga hamilnya niat bgt meski kepayahan dalam setiap pose. Well aku masih rutin Yoga sampai sekarang adek bayi 4 bulan.

Awal2 yoga ya biasa aja, yg aku kejar manfaat yoga untuk optimalisasi posisi janin, kekuatan nafas dan perut saat melahirkan nanti. Tapi lama kelamaan setiap aku yoga aku semakin sadar, semakin sayang sama diriku sendiri. Samalah kira2 kaya kl kita sayang sama our significantone, rasanya pingin do the best in all force we got.

Saat aku berkaca aku sadar loh percaya diriku luntur karena fisik: Krn aku gemuk lalu aku merasa ga indah lalu aku jd benci tubuhku ujungnya aku jadi ga PD. Jd setiap tindakan misal diet or olga yg aku lakukan krn aku benci tubuhku, pingin membuang semua2 bagian yg ga indah.

Tapi setelah Yoga, aku belajar sayang sama tubuhku, belajar berterimakasi sama tubuhku. Aku baru paham kenapa org bilang yoga itu bukan work out tp work in. Ketika kita yoga gerakan demi gerakan yg pelan, gentle, mindful selalu ngasi insights baru somehow. Insights bukan soal wangsit ramalan ekonomi setelah pandemi covid 19 ya, tapi tentang self love, tentang confidence.

Semakin aku sayang sama diriku, aku semakin percaya sama diri, what everlah mau lemak perut berlipat, mw lemak paha bergelambir, mw rambut ubanan, mw freckles makin banyak, i just loveeeeee  my body the way it is. Loving my body only when it on perfect shape, just like only loving my kids when they are well behaved, which is totally wrong kan. I love my kids no matter what, maybe if (perandaian ini ya) my kids kill somebody, i will disappointed for sure, tp jelas tetap sayang setengah mati kan. Gitu juga sama tubuh.

Dalam kehidupan sehari2 kita sering kan disuguhi baik di medsos dan televisi image kl org kurus itu better dri pada yg gemuk. Lalu org yg kulitnya putih itu lbh cantik cantik dri yg gelap. Lalu yg wajahnya kek korea2 gitu paling mantap. Lalu yg tinggi itu kece dll. Image tubuh yg dibentuk lingkungan sosial itu bikin kita selalu ngerasa buruk krn kita ga seperti yg kita lihat. Oh genk itu lelah loh! Kita jadi lupa sayang sama tubuh kita. Kita jadi lupa mengapresiasi tubuh kita.
Perfect body

Aku sendiri bukan ga pernah iri gitu sama temanku Mika dan Maria. Mika kan kurus-semampai, sesuailah sama image perempuan jaman sekarang. Pakai baju apapun keliatan modish banget. Terus Maria kan type badan yg petite jd slalu kliatan ageless loh! Ga bakal deh org mikir kl dia ud kepala 3, paling mikirnya baru 25 yo. Lalu berandai2 ugh andai aku begitu pasti bla bla bla... Sikap itu malah bikin lupa mensyukuri kulit yg putih, tangan dan kaki yg kuat untuk gendong anak2, bibir mulutku yg siap nyanyi lullaby buat anak2 dll lah.

Setiap kali yoga, sedikit demi sedikit erase kualifikasi perfect body ala Victoria Angels, berganti perdamaian dengan tubuhku. Menerima tubuhku yg sekarang ini, yg sangat hebat sudah endure 2x kehamilan, 1x persalinan dengan oprasi sesar obok2 isi perut, dan 1x persalinan gentle birth yg menyenangkan.

Menerima tubuh kita apa adanya dan sayang sama tubuh kita apa adanya. Ga berarti kita stop untuk lbh baik ya, justru sebaliknya!. Karena sayang sama tubuh kita, kita pasti lbh aware sama asupan makanan, karena sayang sama tubuh kita, kita pasti pilih yg baik buat tubuh. Kita jadi lbh disiplin olahraga, krn sayang kita pasti pingin tubuh kita sehat. Motivasi positif untuk hasil yg positif. 

Jadi mungkin itulah kenapa yoga dibilang work in your body. Krn dia ga cuma exercise tp juga memunculkan pikiran2 positif terutama soal tubuh. Aku pun setuju kl dibilang Yoga membantu penurunan bb bukan dgn cara tradisional seperti olga cardio, tp yoga membantu nurunin bb dgn cara mempengaruhi mind set.

Yoga itu lifestyle, yes true kl buatku sih, krn Yoga juga bukan soal fantastic pose on the mat, tp juga fantastic attitude off the mat, means yoga juga pelan2 ngajarin mindfulness in every action. Genk yuk cintai tubuh kita apa adanya, apresiasi tubuh kita. Be gentle to your body because you only have one.

Anyway, in case you wanna try Yoga but not comfy with your own body, just go hit your mat bcz yoga for all body type.

Me in Elbow Plank

Distance hugs and kisses genk, keep positive.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momlicious Life - the beginning part 2

Previous at Momlicious Life - the beginning part 1 Sekarang aku afraid gimana kl dia cacat krn Kir@nti yg sempat aku minum??? ------------------------------------------ Waktu itu mas bayi masih embryo, masih titik kecil dalam rahimku. Hamil sekitar 4week berdasarkan USG transvaginal. Perasaanku campur aduk krn kawatir soal Kir@nti itu. Rasanya itu kok aku bloon bgt, kok sama sekali ga curiga sama kondisi diri sendiri. Padahal kl aku pikir2 sinyal dari mas bayi yg masih embryo ini ud kuat banget untuk ngasitau kl "ada aku ma" . Ditengah rasa campur aduk itu aku pun ya self-defense, membangun pembenaran pribadi kl sampe ada apa2, but truly itu juga ga satisfy. Ya intinya aku ngerasa bersalah dan bodoh. But then itu kan aku dan dan pikiranku, belum kata Bu dok. Bu dok menjelaskan kalau belum sampai tahap itu, sekarang yg mesti diperhatikan apakah embryo ini bisa bertahan dan berkembang atau enggak. Sebenarnya theoretically, krn jamu kemasan itu bisa memicu luruh ...

Momlicious life - the beginning part 1

Alright, 1st of all i gonna use Englonesia which is mixing English and Bahasa. Plis ingat aku sebagai mamak2 alay 🙃🙃. ☺ Let me introduce my self, the name is Ayu, one of three contributors of this very blog. And well yaaa tag "girl" agak ga cocok buatku karena aku ud mamak2 beranak nyaris 2 (1 msh diperut). Sebelum menikah aku punya pekerjaan yg aku inginkan bahkan sempat tinggal di Bali surganya Indonesia, pun aku menikah di Bali.  Uugh dreamy dreamy crunchy ga tuh! Sejak pacaran, aku memang menekankan sama suami kl aku pingin mengasuh dan membesarkan anakku dengan kedua tanganku. Jadi sebenarnya keputusan resign, and stay at home not some complicated decision but lil bit hard (hahaha). Ok back to topic, soal momlicious life alias mamak2 layf. Since you won't be called as mom before you've child (baik anak kandung, anak angkat, anak kucing, ya you name it lah 😜), so this is the crispy story about my first pregnancy. Well this is kind of super stupid story si...